Berapa Lama Tempuh Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan?

Pembelajaran Paket B di PKBM Mandiri Bantul DIY (Dokpri)

Jakarta (29/09/2017) Masih ada pertanyaan baik dari masyarakat, bahkan pengelola pendidikan kesetaraan “Berapa tahun program Paket C diselesaikan?” Ada yang menduga program pendidikan kesetaraan bisa dipadatkan sehingga bisa diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, bahkan jika perlu langsung ikut ujian nasional.

Penjenjangan pendidikan kesetaraan tidak menggunakan kelas, tetapi menggunakan tingkatan atau derajat kompetensi. Adapun tingkatan dan derajat kompetensi pendidikan kesetaraan diatur sebagai berikut:

  • Program Paket A setara SD terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 1 setara Kelas I-III/derajat kompetensi Awal dan Tingkatan 2 setara Kelas IV-VI/derajat kompetensi Dasar.
  • Program Paket B setara SMP terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 3 setara Kelas VII-VIII/derajat kompetensi Terampil 1 dan Tingkatan 4 setara Kelas IX/derajat kompetensi Terampil 2.
  • Program Paket C setara SMA terdiri dari dua tingkatan, yaitu Tingkatan 5 setara Kelas X/derajat kompetensi Mahir 1 dan Tingkatan 5 setara Kelas XI-XII/derajat kompetensi Mahir 2.

Berdasarkan Permendiknas Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Program Paket A, PB dan Paket C, dinyatakan bahwa Program Paket A Tingkatan 1/Awal (Setara Kelas I-III) mempunyai beban   102   SKK   dengan   kegiatan   pembelajaran   yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya dapat disimpulkan bahwa lama pembelajaran pada Tingkatan 1 adalah 6 semester, yaitu 102 SKK dibagi 17 SKK sama dengan 6 (enam) semester atau tiga tahun. Program Paket A Tingkatan 2/Dasar (Setara Kelas IV-VI) mempunyai beban   102   SKK   dengan   kegiatan   pembelajaran   yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Lama pembelajaran pada Tingkatan 2 adalah enam semester (3 tahun).

Dengan demikian Program Paket A setara SD secara keseluruhan ditempuh selama 6 tahun. Jika peserta didik berasal dari lulusan pendidikan keaksaraan fungsional (SUKMA II) langsung menempuh Tingkatan 2 derajat kompetensi Dasar dengan lama belajar 3 tahun.

Program Paket B Tingkatan 3/Terampil 1 (Setara Kelas VII – VIII) mempunyai beban 68 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya dapat disimpulkan bahwa lama pembelajaran pada Tingkatan 3 adalah 4 semester, yaitu dari 68 SKK dibagi 17 SKK sama dengan 4 (empat).  Sedangkan Paket B Tingkatan 4/Terampil 2 (Setara Kelas IX) mempunyai beban 34 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. Artinya lama pembelajaran pada Tingkatan 4 adalah dua semester.

Di sinilah menjawab pertanyaan berapa lama pembelajaran Paket B dilaksanakan, yaitu enam semester atau tiga tahun. Bukan dua tahun karena hanya terdiri dari dua tingkatan.

Program  Paket  C  (IPA/IPS)  Tingkatan  5/Mahir  1  (Setara  Kelas  X) mempunyai beban 40 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 20 SKK per semester. Lama pembelajaran pada Tingkatan 5 adalah 2 semester, yaitu dari 40 SKK dibagi 20 SKK sama dengan 2 (empat). Program Paket C (IPA/IPS) Tingkatan 6/Mahir 2 (Setara Kelas XI-XII) mempunyai beban 82 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 21 SKK per semester. Disimpulkan lama pembelajaran pada Tingkatan 6 adalah empat semester, pembulatan dari pembagian 82 dibagi 21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Paket C diselesaikan dalam jangka waktu enam semester atau tiga tahun.

Kondisi di atas diasumsikan secara normal, dalam arti dimulai dari awal. Berbeda halnya jika peserta didik putus sekolah yang memiliki dokumen rapor terakhir, tidak harus memulai dari awal tetapi cukup meneruskan semester berikutnya.

Sejatinya pendidikan kesetaraan menganut pola tes penempatan. Tes penempatan ini berbasis pada rekognisi pengalaman masa lampau untuk memberi penghargaan kepada orang dewasa yang sudah lama lulus dari suatu jenjang pendidikan. Misalnya seseorang (dewasa) lulus SMP sudah dua puluh tahun yang lampau, saat ini ingin menempuh Paket C. Yang bersangkutan bisa mengikuti tes penempatan, dan boleh jadi akan langsung ditempatkan pada Tingkatan 6 setara kelas XI atau Tingkatan 6 Setara Kelas XII, tidak harus memulai dari awal. Sudah barang tentu bergantung pada hasil tes penempatan.

Prinsipnya tidak ada percepatan (akselerasi) pada pembelajaran pendidikan kesetaraan. Namun demikian beban belajar menggunakan satuan kredit kompetensi memungkinkan peserta didik menyelesaikan pembelajaran berbasis SKK dengan menggunakan modul. Kecepatan penempuhan SKK bisa saja berbeda antar peserta didik, dan bahkan dapat melampaui lama tempuh normal. Hal ini bisa saja, namun perlu dipersiapkan betul modul yang disusun berdasarkan silabus yang berbasis SKK.

Saat ini sedang disusun dan dikembangkan silabus dan modul pelajaran yang dapat digunakan belajar mandiri dengan penempuhan SKK, dan tentu saja berdasarkan kurikulum 2013. Sebelum kurikulum 2013 bagi pendidikan kesetaraan selesai perangkatnya, saat ini masih menggunakan kurikulum lama berdasarkan Permendiknas nomor 14 Tahun 2007. Kita tunggu saja. [fauziep]

2 tanggapan pada “Berapa Lama Tempuh Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan?”

  1. Biasanya ada pertanyaan lanjutan:
    Jika WB ikut KBM 3x atau 4x dalam minggu kita bisa dengan mudah menyatakan bahwa ini salah satu alasan kenapa di kesetaraan lebih tepat utk menerapkan sistem modul dan dari sini terlihat jelas ada bedanya dg sekolah formal. Tetapi bagi penyelenggara yg memiliki jadwal KBM 5 hari bhkan ada yg 6 hari, maka pertanyaannya: Apa bedanya dg sekolah formal? Ini yg sulit dijawab.

Tinggalkan Balasan