juklak desiYogyakarta (2/03) Program Desa Vokasi dimaksudkan untuk mengembangkan sumberdaya manusia dalam spektrum perdesaan dengan pendekatan kawasan, yaitu kawasan perdesaan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dengan memanfaatkan potensi lokal.

Melalui program Desa Vokasi ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumberdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.

Untuk mengimplementasikan program desa vokasi pada tahun2013 Kemendikbud melalui Direktorat Binsuslat menyalurkan bantuan sosial Program Desa Vokasi secara nasional sebesar Rp 17.600.000.000,- untuk 11.000 peserta didik. Sejumlah 6.800 disalurkan melalui mekanisme kabupaten/kota dan provinsi. Sedangkan 4.200 peserta didik disalurkan langsung dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan kepada peserta didik melalui (a) UPTD BPKB/SKB, (b) Program Gerbang Kampung, (c) Kerjasama Kemdikbud dengan Kementerian/Lembaga lain, (d) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), e) Kerjasama Kemdikbud dengan organisasi keagamaan, (f) ILO, (g) Daerah 3T, (h) organisasi/lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan kursus dan pelatihan.

Lembaga yang bisa mengusulkan adalah (1) lembaga kursus dan pelatihan (LKP); (2) lembaga non-LKP seperti PKBM, rumah pintar, SKB/BPKB, yayasan pendidikan, SMK dan politeknik; dan (3) Organisasi/Lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk mendapatkan petunjuk pelaksanaan bantuan sosial program desa vokasi dapat diunduh disini. Untuk penetapan periode I proposal harus sudah masuk pada bulan Mei 2013, periode II proposal pada bulan Juli 2013 dan periode III proposal pada bulan September 2013 (jika kuota masih ada).