Asistensi Paket C 018Bandung (27/11) Sebanyak 49 (empat puluh sembilan) penyelenggara Paket C menerima bantuan sosial dari pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Dikmen Kemendikbud pada tahun 2012 ini. Bantuan sosial tersebut diperuntukkan untuk meningkatkan aspek standar nasional pendidikan terkait dengan penyelenggaraan Paket C.

Bantuan sosial sebesar 100 juta rupiah per lembaga diperuntuk untuk meningkatkan kualitas standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pengelolaan, dan empat aspek standar nasional pendidikan lainnya. Jadi bantuan sosial ini tidak diperuntukkan untuk penyelenggaraan Paket C, karena untuk penyelenggaraan sudah dialokasikan melalui BOP (Bantuan Operasional). Tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk mewujudkan lembaga pengelola Paket C yang dapat dijadikan sebagai rujukan (bench-marking) bagi lembaga pengelola Paket C lainnya baik dalam proses pembelajaran dan penilaian, maupun manajemen kelembagaannya.

Penerima bantuan sosial dijaring dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Negeri (PKBM Negeri). Setelah di verifikasi dinyatakan lolos 50 lembaga SKB/PKBM Negeri. Namun akhirnya yang dapat mengikuti asistensi dan sinkronisasi program sebanyak 49 lembaga yang dinyatakan menerima bantuan sosial.

Pada tanggal 20-23 November 2012 telah dilakukan Workshop Asistensi dan Sinkronisasi Lembaga Penerima Bansos. Kepala SKB/PKBM Negeri yang hadir mengikuti kegiatan penyusunan program bantuan sosial agar dapat dilaksanakan sesuai peruntukannya. Salah satu program yang menarik untuk dicermati adalah In House Training (IHT) pembelajaran dan IHT penilaian yang diikuti oleh para tutor. Keluaran akhir IHT pembelajaran adalah adanya silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebanyak 16 mata pelajaran Paket C setara kelas X. Silabus dan RPP yang disusun sesuai dengan kaidah standar proses Paket C yang memperhatikan pemetaan satuan kredit kompetensi (SKK). Sedangkan keluaran akhir IHT penilaian adalah adanya desain penilaian dan soal untuk 16 mata pelajaran.

Di samping itu, pengelola Paket C juga diwajibkan untuk menyusun 3 naskah silabus mata pelajaran ketrampilan fungsional. Untuk menunjang proses pembelajaran, pengelola Paket C juga bisa mengalokasikan pengadaan laptop dan proyektor atau peralatan lain yang diperlukan. Untuk pelaksanaan ketrampilan fungsional juga diberikan bantuan bahan praktek. Tak lupa kepada warga belajar kategori miskin juga diberikan bantuan agar dapat mengikuti Paket C dengan lancar.