Keaksaraan Dasar 2013Yogyakarta (27/02) Pada tahun 2013 ini Kemdikbud menyalurkan bantuan sebesar Rp. 48.018.420.000,00 (empat puluh delapan milyar delapan belas juta empat ratus dua puluh ribu rupiah) untuk memberikan jasa pembelajaran atau membelajarkan 133.320 orang peserta didik pendidikan keaksaraan dasar. Bantuan dialokasikan untuk 33 kabupaten terpadat tuna aksara dan untuk 13 provinsi terpadat tuna aksara.

Kabupaten terpadat tuna aksara adalah yang memiliki lebih dari 50.000 orang penduduk tuna aksara usia 15-59 tahun. Besarnya alokasi anggaran untuk 33 kabupaten terpadat tuna aksara adalah Rp 23.220.000.000,- (dua puluh tiga milyar dua ratus dua puluh juta rupiah) untuk membelajarkan 64.500 orang peserta didik. Provinsi dengan penduduk tuna aksara adalah yang memiliki di atas 200.000 orang dan/atau persentase tingkat ketunaaksaraan di atas rata-rata nasional (4,43%). Total anggaran untuk 13 provinsi tersebut adalah Rp 24.775.200.000,00 (dua puluh empat milyar tujuh ratus tujuh puluh lima juta dua ratus ribu rupiah), untuk membelajarkan 68.820 orang peserta didik di luar 33 kabupaten prioritas.

Tujuan pemberian bantuan adalah (1) meningkatkan kemampuan keaksaraan penduduk tuna aksara usia 15 tahun ke atas, dengan prioritas usia 15-59 tahun; (2) memperluas akses penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan bagi orang dewasa.

Adapun lembaga penerima bantuan keaksaraan dasar adalah PKBM/Satuan PNF sejenis/lembaga kemasyarakatan, perguruan tinggi, dan UPTDSKB yang menyelengarakan kegiatan PAUDNI dan berpengalaman melaksanakan pendidikan keaksaraan sekurang-kurangnya 3 tahun.

Untuk mendapatkan Petunjuk Teknis Pengajuan, Penyaluran, dan Pengelolaan Bantuan Pendidikan Keaksaraan Dasar dapat diunduh di sini.