Bantuan DanaKementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI pada tahun 2012 menyalurkan bantuan kepada organisasi mitra untuk menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kompetensi Tingkat Dasar bagi PTK Kursus dan Pelatihan sebanyak 22 paket. Dua paket sebesar @ Rp. 120 juta dengan sasaran 50 orang (khusus DPP HISPPI dan DPP HIPKI), 10 paket @ Rp. 100 juta dengan sasaran 55 orang (organisasi mitra dan asosiasi profesi), dan 10 paket @ Rp. 76 juta dengan sasaran 40 orang diprioritaskan untuk Organisasi Mitra dan Asosiasi Profesi yang pelaksanaan Diklat dan sasaran PTK dilakukan di daerah khusus ( tertinggal, terpencil, terjauh, rawan konflik).

Lembaga penerima bantuan atau penyelenggara program diklat peningkatan kompetensi tingkat dasar bagi PTK kursus dan pelatihan adalah lembaga/organisasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan dan/atau pemberdayaan masyarakat. Adapun bentuk diklat yang dapat diusulkan adalah (1) diklat peningkatan kompetensi tingkat dasar bagi pendidik kursus dan pelatihan merupakan diklat untuk meningkatkan kompetensi pendidik kursus dan pelatihan dalam keahlian tertentu (Diklat bagi Instruktur Kursus), dan (2) diklat peningkatan kompetensi manajerial bagi pengelolakursus merupakan diklat untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan danpengembangan lembaga kursus sehingga menjadi lembaga kursus yang berkualitas (Diklat bagi Instruktur Kursus).

Proposal sudah diterima Direktorat PPTK Ditjen PAUDNI Kemendikbud pada akhir April 2012. Ketentuan lebih lanjut tentang proposal dimaksud dapat diunduh disini.

Fokus pada diklat bagi instruktur kursus adalah peningkatan kompetensi pedagogi dengan materi pokok identifikasi kebutuhan belajar, silabus, penyusunan RPP, teknik penyusunan bahan ajar, teknis penyusunan alat evaluasi dan praktek mengajar. Di samping itu disampaikan materi sesuai substansi keahlian tertentu.

Sedangkan fokus pada diklar bagi pengelola kursus adalah peningkatan kompetensi manajerial dengan materi pokok kepemimpinan dan budaya organisasi dalam pengelolaan LKP, manajemen strategi dan konsep pelayanan prima, strategi pemasaran jasa LKP, sistem pengelolaan keuangan dan akutansi berbasis TI, sistem manajemen mutu terpadu, dan manajemen SDM.

Secara pragmatis kedua fokus tersebut dapat membantu pendidik dan pengelola kursus untuk menghadapi akreditasi program kursus dan pelatihan. Terlebih penguasaan kompetensi pedagogi bagi sebagian besar instruktur kursus yang berlatar belakang sarjana non kependidikan menjadi kendala ketika harus menyiapkan dokumen rencana pembelajaran dan implementasi pembelajaran.

Secara normatif kedua bentuk diklat tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan satuan pendidikan nonformal.

Sumber: http://jugaguru.com