akom-sumenepAkademi Komunitas didirikan untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dan aspirasi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Di samping itu Akademi Komunitas juga dimaksudkan untuk menaikkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi, karena selama ini APK pendidikan tinggi Indonesia hanya menduduki nomor 87 dunia. Akademi komunitas direncanakan didirikan di setiap kabupaten/kota dengan membuka jurusan atau program studi sesuai dengan kebutuhan lokal.

Pada tahun 2012 ini pemerintah mendirikan sebanyak 20 akademi komunitas yang tersebar di seluruh tanah air. Salah satu akademi komunitas yang baru didirikan adalahAkademi Komunitas Sumenep yang beralamat di SKB Batuan Sumenep Jl. Raya Lenteng Sumenep, Madura. Membaca informasi yang ada di situsnya saya kaget bahwa ternyata kampus Akademi Komunitas Sumenep di SKB Sumenep. Kontan saja pikiran negatif menyeruak bahwa ini bukan bagian dari kerjasama antara SKB dengan Ditjen Dikti, tapi SKB hanya dimanfaatkan sarana dan prasarananya saja. Terutama aset gedung perkantorannya.

Sudah kejadian lumrah bahwa di beberapa kabupaten/kota gedung SKB menjadi incaran pemerintah daerah untuk dijadikan instansi lain. Pengambilalihan aset oleh pemerintah daerah juga terjadi pada beberapa SKB yang dipandang berprestasi ketika era Direktorat Tenaga Teknis dulu. Karena syahwat ingin menguasai aset maka pemusnahan SKB terjadi, walau SKB tersebut berprestasi dan memiliki peran serta dalam memberdayakan masyarakat.

Apa yang ada di benak pikiran saya ternyata setali tiga uang dengan informasi yang saya peroleh langsung dari Sumenep. Menurut sumber informasi yang saya peroleh dari Sumenep, Akademi Komunitas Sumenep menggunakan aula SKB Sumenep sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar dengan disekat-sekat. Padahal, menurut sumber informasi, SKB Sumenep masih sangat membutuhkan aula tersebut untuk kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh SKB. Bahkan gedung aula tersebut merupakan satu-satunya gedung/bangunan, selain kantor, yang saat ini menjadi tempat kegiatan yang dilaksanakan oleh UPT SKB Sumenep.

Inilah keluh kesah sumber informasi tersebut:

“…bila Aula itu nanti ditempati/diserobot untuk dijadikan tempat KBM akademi komunitas, bagaimana dengan kegiatan-kegiatan UPT SKB Sumenep itu sendiri, karena saat ini UPT SKB Sumenep hanya memiliki gedung kantor dan Aula itu saja yang menjadi tempat dari semua kegiatan yang diselenggarakan UPT SKB Kab. Sumenep. Jadi kepada para pengambil kebijakan yang terkait dengan penyelenggaraan ini mohon jangan main serobot tempat/gedung/bangunan seenaknya saja…”

Semoga pihak terkait di Sumenep mendengar keluh kesah ini. Atau akan terus terjadi penggusuran pendidikan nonformal oleh pendidikan formal?