Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Nasional Tahun 2015

IMG_20150605_145842Medan (06/06/2015) Abubakar, Ka Subdit Pembinaan PTK Dikmas Dit P2TK PAUDNI, menyatakan bahwa Apresiasi PTK PAUDNI merupakan ajang untuk saling belajar inovasi dan kreativitas dalam rangka memajukan program PAUDNI. Karena itulah lomba karya nyata dilakukan secara terbuka agar para peserta diharapkan dapat saling belajar.

“Saling membelajarkan di antara PTK PAUDNI menjadi sangat penting”, ungkap Abubakar. Diharapkan peserta dapat menyaksikan tampilan dari provinsi lainnya sehingga dapat mengambil ide-ide yang kemungkinan dapat diterapkan di daerahnya masing-masing.

Hal ini senada dengan semangat kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengusung semangat berbagi dan berusaha menjadi contoh bagi PTK PAUDNI lainnya. Bagi satria Mataram, sebutan tanah yang meliputi Kasultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman yang sekarang menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, juara hanyalah label.

Lebih bangga jika karya nyata dapat dijadikan rujukan daerah lainnya. Hal ini sudah terbukti beberapa mantan peserta tidak mendapat juara, namun sering mendapat kunjungan dari daerah lain untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman. Bahkan ada juara pertama yang menimba ilmu ke mantan peserta Apresiasi PTK PAUDNI pasca pelaksanaan lomba karena tertarik dengan ide yang disajikan.

Inilah semangat hamemayu hayuning bawono yang dikobarkan pada dada setiap satria Mataram yang berlaga pada Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2015. Semangat untuk memperindah, mempercantik dan memajukan dunia pendidikan nonformal. Itu terjemahan bebas hamemayu hayuning bawono pada konteks semangat satrio Mataram yang berangkat di ajang apresiasi ini.

Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2015 akan gagal jika hanya sekedar melahirkan para juara. Kegiatan ini akan bermakna jika terjadi proses pembelajaran antar peserta lomba. Kemudian setelah selesai kegiatan akan terus saling berkomunikasi untuk memajukan program PAUDNI di daerahnya masing-masing. Karena itu tidaklah bijak jika masih ada aturan yang melarang peserta lainnya menyaksikan tampilan peserta lomba. [fep]