TBM 1Oleh: Muhsin Kalida (Gubernur TBM DIY)

Kami ucapkan selamat ke pada para kontestan dari pengelola TBM DIY yg hari  Rabu, 22 Mei 2013 telah mengikuti audisi di arena Jambore dalam rangka Apresiasi PTK-PAUDNI Berprestasi 2013 DIY di BPKB Jogjakarta. Suasana rame banget, tetapi tetap aman dan terkendali, kontes juga didesain sesegar mungkin, penuh canda dan bahkan kadang terdengar tawa ngakak, hehe.. diem-diem ada yg tegang dan gembyobyoss nding..!, tapi itu masih dalam batas wajar. Yang jelas kontes ini adalah ajang silaturahmi antar duta daerah kabupaten/kota se DIY. Ada kebanggaan tersendiri, karena semakin hari kita semakin kaya akan keunikan dan ke’gila’an teman-teman dalam mengembangkan TBM di Yogyakarta. Itulah istimewanya Jogja, kaya kreativitas, kaya inovasi dan kaya ide, termasuk para pengelola TBM.

Secara umum, menurut barometer saya sebagai praktisi per-TBM-an, penampilan teman-teman tidak ada yang mengecewakan. Memang ada beberapa yg kurang fokus pada tema yg diharapkan Kemendikbud, yaitu terjadinya integrasi-interkoneksi antara ‘budaya baca masyarakat’ dengan ‘local wisdom’. Nampaknya hal ini juga terjadi pada penulisan naskah teman-teman, hampir semua lebih menonjolkan kegiatan TBMnya secara umum, profil, manajemen kelembagaan, networking dll, sementara kasus empirik yg mengangkat potensi lokal sebagai ‘tool’ untuk meningkatkan budaya baca masyarakat menjadi nomor dua, bahkan ada yg menjadi nomor tiga, dan hal ini tentu menjadi catatan dan poin penting bagi dewan juri. Ada yang harusnya ditonjolkan justru disembunyikan, begitu sebaliknya yg seharusnya disembunyi-in justru ditonjolkan (hehe..mohon tdk diasosiasikan lain). Tentu ini pelajaran berharga bagi para pengelola TBM yang lain dalam mempersiapkan diri jadi pemain di Jambore yang akan datang.

Saya sebagai ketua FTBM DIY dan para dewan juri, memberi apresiasi yang tinggi kepada semua peserta, khususnya peringkat skor tertinggi 1-3, yaitu TBM Luru Ilmu sbg Juara I (Bantul), Taman Baca Mata Aksara sbg Juara II (Sleman) dan Rumah Asa Rubi Utami Varalin II sbg Juara III (Kota). Kemudian, tanpa mengurangi rasa tawadhu’ terhadap para kontestan yang lain, kagiatan ini adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pengelola TBM, jadi semangat kita bersama juga merupakan apresiasi dalam mengabdi pada negara dan masyarakat. Kemenangan salah satu lembaga adalah kemenangan bersama, juara satu-dua dan seterusnya hanyalah perbedaan kaidah skor dan sama sekali bukanlah masalah ‘saya lebih unggul’ dan ‘kamu kurang unggul’.
semua adalah unggul….semua adalah juara….semua adalah pemenang….

Khusus buat Kang Syaipul TBM Jogjabaca Luruilmu, aKang akan menjadi duta istimewa untuk mewakili Jogjakarta di audisi nasional di Batam. Satu sisi, hari ini (22 Mei) menjadi kebahagiaan keluarga besar TBM Luru Ilmu dan masyarakat Bantul pada umumnya, di sisi lain aKang harus bersaing dengan 33 kontestan dari seluruh Indonesia. Penampilan aKang hari ini memang menarik, tema juga mengena dan fokus, blangkonmu laksana kupluk ijo-ku..hehe..! tapi tetap inga’-inga’, SIKAP dan KARYA menjadi taruhan… Perlu kami memberi saran sebelum ke Arena Batam, istikharah harus, terutama a) Kemampuan mendeskripsikan gagasan ditingkatkan, b) Kemampuan menjalaskan dan sistematikanya, mungkin perlu dikit kursus public speaking nih…!, c) Kemampuan mempertahankan konsep, d) Attitute dan e) Keahlian menggunakan multimedia ditambah….

Selamat berjuang, kita jadikan JOGJA JUARA UMUM 2013….