Apresiasi Tunggu JuaraBatam (07/10) Malam ini (07/10) Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional di Batam akan ditutup secara resmi dan pemenang penghargaan akan diumumkan. Tidak dipungkiri momen tersebut menjadi momen yang paling ditunggu pada ujung acara perhelatan akbar insan PTK PAUDNI.

Tahun ini pelaksanaan lomba sebagian besar dilaksanakan secara tertutup menyeruakkan rumor tidak sedap terhadap objekivitas penilaian. Lebih dari itu tidak bisa dijadikan ajang saling berbagi pengalaman antar peserta. Persoalan penilaian, dan juga hasil penilaian setiap tahun pasti menjadi bahan perbincangan yang hangat.

Bahkan jauh sebelum pelaksanaan lomba sudah ada beberapa pihak yang memandang sinis terhadap pelaksanaan lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi. Di dunia maya sudah lama beredar pandangan terhadap penilaian lomba, bahkan ada yang mempertanyakan jika pemenang sudah ditetapkan sebelum lomba. Sebuah pertanyaan atau pernyataan yang tendensius dan terlalu dini simpulannya.

Pun biasanya, setelah pengumuman hasil lomba pasti ada nada ketidakpuasan dari pihak yang merasa dirugikan. Bukannya instrospeksi terhadap kekurangan karyanya, namun justru menyalahkan pihak lain.

Daerah Istimewa Yogyakarta pada pelaksanaan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi tahun 2012 lalu tidak satu pun meraih juara pertama. Padahal sejak pelaksanaan pertama kali Jambore PTK PNF selalu merapat prestasi juara umum Jawa Tengah. Namun di tahun 2012, DIY tidak pernah menyalahkan yuri atau pun panitia sebagai biang keterpurukan prestasi PTK PAUDNI kontingen DIY, yang dilakukan adalah instrospeksi dan memperbaiki diri. Memang itulah tingkat prestasi DIY saat itu.

Satria Mataram memiliki filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh. Falsafah Jawa ini dapat dijadikan rujukan dalam meningkatkan etos kerja sebagai PTK PAUDNI, termasuk ketika mengikuti Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi kali ini. Sawiji berarti konsentrasi tinggi atau penjiwaan total, greget bermakna semangat tanpa bertindak kasar, sengguh berarti penuh percaya diri namun rendah hati, ora mingkuh berarti pantang mundur dan disiplin diri.

Bagi satrio Mataram, menang bukan tujuan utama. Lebih luhur bisa bermakna bagi kehidupan dan orang lain, khususnya peningkatan kualitas layanan satuan pendidikan nonformal itu lebih penting. Apa artinya juara tapi tidak bermakna bagi kehidupan?

Marilah kita tunggu sang juara yang punya jiwa greget! Bagi yang tidak juara, kalian tetaplah juara. Juara dalam mengarungi kehidupanmu masing-masing.

Namun jika tidak bisa menyumbangkan bagi perbaikan layanan pendidikan nonformal maka hanya akan menjadi pecundang.