Ap penutupanBandung (20/2/2014) Ajang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi seakan menjadi ajang reuni bagi insan pendidik dan tenaga kependidikan jalur pendidikan nonformal. Karena sebagian peserta ada yang mengikuti sampai tiga empat kali berturut-turut, bahkan ada yang lebih.

Nugaan Yulia Wardhani, Direktur PPTK PAUDNI Kemendikbud mengistilahkan sebagai 4L. “Lu lagi…, Lu lagi” ungkapnya.

Persyaratan peserta Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi selama ini hanya membatasi yang pernah juara pertama nasional tidak boleh mengikuti kegiatan selanjutnya. Sehingga bagi yang belum pernah menjadi juara pertama tetap sah mengikuti Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi.

Maka terjadilah peserta yang dari tahun ke tahun langganan mengikuti, ibaratnya setiap tahun “piknik” karena perhelatan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi berpindah-pindah lokasi/kota. Setiap tahun tour nusantara dengan biaya negara.

Kondisi ini juga menyebabkan tidak berjalannya upaya pemerataan peningkatan mutu PTK PAUDNI. Daerah tidak berusaha melakukan pengkaderan, atau mencari bibit unggul PTK PAUDNI untuk dikompetisikan.

Oleh karena itu mulai penyelenggaraan tahun 2014 akan diatur ketentuan bahwa peserta yang pernah menjadi juara pertama tingkat provinsi pada tiga tahun terakhir tidak boleh mengikuti semua jenis lomba pada Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2014. Artinya peserta pada tahun 2014 sama sekali berbeda dengan edisi Apresiasi PTK PAUDNI tiga tahun terakhir. Atau peserta yang mewakili provinsi (juara pertama) pada Apresiasi PTK PAUDNI tahun 2011, 2012 dan 2013 dilarang ikut serta.

Semoga tidak akan terjadi lagi 4L di Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2014. Lu lagi, lu lagi!

Baca juga Guru dan Dosen Tidak Bisa Lagi Ikut Apresiasi PTK PAUDNI.