Ap Juara PBYogyakarta, 7 Agutus 2014 – Tujuh kali sudah penyelengaraan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi sejak tahun 2007, baru dua provinsi yang berhasil meraih juara umum. Yaitu Jawa Tengah sebanyak 6 enam kali (2007, 2008, 2010, 2011, 2012, dan 2013), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dua kali (2008 dan 2009). Pada tahun 2008 di Semarang, terjadi juara umum bersama antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Laman Kemendikbud pernah merilis bahwa Jawa Tengah meraih juara umum selama tujuh tahun berturut-turut. Karena pada tahun 2009 pernah diraih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan pada release di laman resmi tersebut Dirjen PAUDNI Lydia Freyani Hawadi waktu itu mengatakan kekagumannya atas prestasi yang diraih Jawa Tengah dalam setiap kompetisi nasional yang diselenggarakan Kemdikbud.

Padahal terjadi kecenderungan Jawa Tengah semakin mendominasi perolehan juara pertama, jika pada awal penyelenggaraan hingga tahun 2011 memperoleh tiga juara pertama sudah dapat menyabet predikat juara umum. Pada tahun 2012 dan 2013 PTK PAUDNI Jawa Tengah terlalu tangguh bagi PTK PAUDNI provinsi lainnya.

Sebelum tahun 2012, Jawa Tengah dan DIY selisih perolehan juara pertama sangat tipis. Hanya dengan perolehan tiga juara pertama sudah menjadi juara umum. Kecuali pada tahun 2010, DIY selalu menempel ketat prestasi Jawa Tengah dan diikuti peroleh juara pertama yang terdistribusi ke provinsi lainnya. Pada tahun 2012 prestasi Jawa Tengah semakin tangguh dengan meraih enam juara pertama. Sementara itu pada tahun yang sama prestasi DIY jeblok, tidak meraih juara pertama sama sekali. Tahun 2013 kembali DIY dengan dua juara pertama menempel Jawa Tengah yang meraih enam juara pertama. Artinya separoh jenis juara pertama dikuasai dua provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Saya masih ingat dengan laporan sambutan Dirjen PNFI Hamid Muhammad pada Penutupan Jambore PTK PNF 2010 di Prambanan Yogyakarta, yang dengan bangga melaporkan kepada Mendiknas bahwa perolehan prestasi semakin merata ke sebagian besar provinsi dari tahun ke tahun.

Ajang Apresiasi PTK PAUDNI sejatinya bukan murni ajang kompetisi, namun pemberian penghargaan kepada insan PTK PAUDNI yaitu dengan mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Apresiasi PTK PAUDNI bukanlah Pekan Olahraga Nasional. Jika jenis kegiatan dinamakan lomba karya nyata dan lomba karya tulis, hal tersebut hanyalah merupakan metode penilaian untuk menentukan yang terbaik atas karya nyata yang sudah dilakukan.

Artinya, jika muncul kekaguman atas prestasi yang diraih suatu provinsi dalam ajang tingkat nasional itu adalah suatu anomali. Jika Apresiasi PTK PAUDNI menjadi barometer kompetensi dan profesionalisme, maka bagaimana dengan prestasi PTK PAUDNI provinsi lainnya.

Dari informasi yang diperoleh beberapa provinsi pada tahun 2014 ini sudah menyiapkan amunisi, melakukan pendampingan melalui pemusatan latihan, untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya. Ada magnet kuat yang mampu mendorong dan memotivasi insan PTK PAUDNI untuk menunjukkan prestasinya, yaitu jumlah hadiah yang lumayan besar. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar dua puluh juta rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit untuk insan PTK PAUDNI yang biasa hidup sederhana dan terpinggirkan.

Mudah-mudahan ragi hadiah tersebut bisa menghilangkan polarisasi prestasi PTK PAUDNI sehingga menyebar merata ke seluruh Indonesia Jaya.