jembatan-barelangBatam (02/10) Hari ini, 2 Oktober 2013, pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI (PTK PAUDNI) terbaik setiap provinsi se-Indonesia berdatangan ke Batam, Kepulauan Riau untuk mengadu karya nyata dan karya tulis mereka dalam acara yang bertajuk Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional.

Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi bermaksud memberikan penghargaan kepada PTK PAUDNI yang berprestasi untuk berbagai jenis kategori. Hal yang sama sudah diberikan kepada PTK pendidikan formal, yaitu guru mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK, pengawas sekolah dan kepala sekolah.

Kegiatan pemberian penghargaan bagi PTK PAUDNI berprestasi sudah diberikan secara terpadu sejak tahun 2007 dengan penyelenggaraan pertama di Jakarta yang bertajuk Jambore PTK PNF. Berikutnya diselenggarakan di Semarang (2008), Yogyakarta (2009), Surabaya (2010), Mataram, NTB (2011), dan Jakarta (2012). Sejak penyelenggaraan pertama kali Jawa Tengah meraih gelar juara umum sebanyak empat kali (2007, 2010, 2011, dan 2012). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggondol juara umum pada tahun 2009. Sedangkan pada tahun 2008 juara umum diraih bersama antara Jawa Tengah dan DIY.

Predikat juara untuk masing-masing kategori dan raihan juara umum memang bukan segala-galanya. Walaupun bagi sebagian pihak merupakan gengsi dan kehormatan. Tidak sedikit para mantan juara yang memperoleh penghargaan dengan dipromosikan atau menempati (baca: mencari) posisi yang lebih baik.

Hal yang lebih penting dari ajang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi ini adalah saling tukar menukar pengalaman sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran atau layanan pendidikan nonformal di daerah lain. Oleh karena itulah, pola seleksi atau presentasi lomba karya nyata dan lomba karya tulis yang direncanakan dilakukan tertutup dikritik dan ditentang oleh sebagian pihak. Lomba ini bukanlah ujian skripsi atau tesis yang dilakukan secara tertutup. Ketika lomba dilakukan tertutup dan hanya disaksikan oleh dewan yuri, maka peserta lainnya tidak bisa mengambil hikmah dan pengalaman dari daerah lain.

Karena itulah semangat berbagi perlu dinyalakan dalam ajang yang menghabiskan dana milyaran rupiah ini. Ketika niat datang ke Batam hanya sekedar meraih juara, maka milyaran rupiah uang rakyat akan habis sia-sia. Namun jika niat kita adalah untuk berbagi, maka masyarakat juga akan mengapresiasi kegiatan apresiasi ini.