KF di Temuwuh Dlingo 2Yogyakarta (30/09) Beberapa hari lagi (2-8 Oktober 2013) perhetalan akbar insan pendidik dan tenaga kependidikan PAUNDI (PTK PAUDNI) tingkat nasional digelar di kota Batam, yaitu Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional. Acara ini setara dengan pemilihan guru, pengawas dan kepala sekolah berprestasi mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK. Apresiasi PTK PAUDNI diperuntukkan bagi PTK di jalur pendidikan nonformal antara lain pendidik/pengelola PAUD, pengelola PKBM, pengelola TBM, pengelola kursus, tutor keaksaraan, pamong belajar, penilik, dan instruktur kursus.

Sesuai dengan tajuk acaranya, perhelatan ini dimaksudkan memberikan penghargaan kepada PTK PAUDNI. Format Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi adalah lomba karya nyata atau lomba karya tulis. Artinya kegiatan ini memberikan penghargaan kepada PTK PAUDNI yang mempunyai karya nyata yang unggul dan hebat serta bermanfaat bagi dunia pendidikan nonformal.

Format lomba karya nyata dan karya tulis mengharuskan peserta untuk menuliskan pengalaman melalui karya nyata dan menuliskan ide serta gagasan melalui karya tulis. Kata kuncinya adalah menulis. Padahal kemampuan menulis, terlebih dengan format penulisan karya ilmiah, menjadi momok bagi sebagian orang.

Boleh jadi, PTK PAUDNI dengan karya nyata yang luar biasa namun tidak bisa mendapatkan penghargaan karena tidak memiliki kemampuan menulis dengan baik. Sebaliknya PTK PAUDNI yang memiliki karya nyata yang biasa-biasa saja, namun mampu mengemas data dan fakta menjadi tulisan karya nyata yang menarik akhirnya bisa merebut penghargaan.

Oleh karena itulah, saya pernah mengusulkan agar diberikan penghargaan dengan kategori PTK PAUDNI Berdedikasi. Pemberian penghargaan ini diberikan tidak hanya berdasarkan tulisan karya nyata ataupun karya tulis, melainkan berdasarkan rekam jejak pengabdian pada lembaga atau satuan pendidikan nonformal yang memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat.

Banyak PTK PAUDNI yang berpuluh tahun mengabdi, memberikan waktu, hidupnya bahkan hartanya bagi dunia pendidikan nonformal. Namun tidak bisa maju ke ajang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi karena kurang memiliki kemampuan menulis karya ilmiah/karya nyata.

Di jalur pendidikan formal (baca: guru) juga ada kategori guru berdedikasi yang diikuti oleh guru daerah terpencil, tertinggal dan terluar. Mereka ini tidak bisa bersaing untuk mendapatkan anugrah guru berprestasi, namun pengabdiannya sudah tidak terkirakan. Oleh karena itulah pemerintah memberikan penghargaan melalui kategori guru berdedikasi.

Sudah saatnya pemerintah memberikan penghargaan berdedikasi untuk PTK PAUDNI tertentu. Misalnya pengelola PKBM, tutor keaksaraan, pengelola TBM, pengelola PAUD dan pendidik PAUD yang medan pengabdiannya ada di daerah terpencil, tertinggal dan terluar.