Lomba Instruktur Seni TariMenjelang dilakukan perhelatan akbar insan pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI tingkat nasional pada tanggal 8-13 Juli 2012, masih menyisakan persoalan terkait terminologi tradisional. Ada yang berpendapat bahwa tari tradisional adalah masuk dalam tari klasik, jadi di dalamnya tidak termasuk tari rakyat. Namun ada pula yang berpendapat tari yang ditarikan dalam tradisi yang berlangsung dalam masyarakat termasuk tari tradisional. Tidak hanya sebatas tari klasik yang dilakukan di lingkungan kraton atau kerajaan.

Silang pendapat ini sebenarnya sudah terjadi pada Jambore PTK PAUDNI tahun 2011 silam, namun memperhatikan petunjuk teknis penilaian yang diterbitkan pada Apresiasi PTK PAUDNI 2012 silang pendapat itu nampaknya belum juga dituntaskan. Tetap masih memungkinkan terjadi silang pendapat. Pada petunjuk teknis penilaian hanya ditemukan pengertian lomba instruktur kursus seni tari dengan tema pembelajaran seni tari tradisional adalah suatu kegiatan pendidik atau instruktur kursus seni tari dalam mempersiapkan materi dan melaksanakan proses pembelajaran seni tari tradisional.Selebihnya tidak ada lagi penjelasan yang dimaksud dengan seni tari tradisional.

Merujuk jenis tari menurut koreografinya dibedakan tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru. Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat sejak dulu. Termasuk tari rakyat adalah tayub, kubrasiswa, angguk, ndolalak, rodat dan lain sebagainya.

Tari klasik adalah tari yang sudah mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan tari ini biasanya hidup di lingkungan kraton. Termasuk dalam tari klasik ini adalah tari serimpi, tari palguna-palgunadi, tari retna tinanding, tari gatotkaca gandrung dan lain sebagainya.

Tari kreasi baru adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh dari tari kreasi baru adalah tari kupu-kupu, tari merak, tari roro ngigel, tari ongkek manis dan lain sebagainya.

Persoalannya jika menggunakan istilah tradisional yang beranggapan dari tari tersebut dijadikan sebagai tradisi di tengah masyarakat maka tari rakyat seperti tayub, kubrosiswo bisa juga dimasukkan sebagai tari tradisional. Begitu pula tari kreasi baru seperti tari kupu-kupu dan tari merak bisa masuk kategori tari tradisional.

Secara akademik, menurut salah satu yuri Apresiasi PTK PAUDNI Tingkat Provinsi DIY, Ni Nyoman Seriati, M.Hum yang juga Ketua Jurusan Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta, yang dimaksud dengan tari tradisional itu adalah tari klasik.

Namun persoalannya, apakah setiap provinsi di Indonesia mempunyai tari klasik? Tari rakyat mungkin setiap daerah mempunyai, namun belum tentu untuk tari klasik. Karena itulah perlu ada penjelasan lebih lanjut terkait dengan pengertian tari tradisional pada lomba pembelajaran instruktur seni tari di Apresiasi PTK PAUDNI Tahun 2012.

Belum lagi persoalan persyaratan instruktur seni tari yang harus berada di bawah naungan lembaga kursus dan pelatihan yang memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Sebagian besar instruktur tari bernaung di bawah sanggar seni atau sanggar tari yang belum tentu memiliki ijin dari Dinas Pendidikan setempat. Biasanya sanggar seni atau sanggar tari bernaung di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sehingga untuk mencari instruktur seni tari yang benar-benar memenuhi persyaratan yang dikeluarkan memang sangat sulit.