HAIYogyakarta (08/09) Hari Aksara Internasional (HAI) diperingati di seluruh dunia pada hari ini, 8 September. Peringatan di Indonesia biasanya tidak tepat diselenggarakan pada tanggal 8 September, seperti juga pada tahun ini. Bahkan pada tahun ini puncak HAI yang direncanakan akhir September 2013 batal diselenggarakan di Pontianak. Sampai saat ini belum ada informasi resmi waktu dan lokasi pelaksanaan peringatan puncak HAI 2013.

Berdasarkan Konferensi Tingkat Menteri Negara-negara Anggota PBB pada tanggal 17 November 1965 di Teheran, Iran, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional (International Literacy Day). Mengingat masih tingginya jumlah penduduk tuna aksara di dunia, UNESCO mencanangkan Satu Dekade Keaksaraan Persatuan Bangsa-Bangsa atau UNLD (United Nations Literacy Decade) 2003-2012.

Dekade peningkatan penduduk global ini dibagi atas lima tema, yaitu:

  1. Keaksaraan dan Gender (2003-2004);
  2. Keaksaraan dan Pembangunan Berkelanjutan (2005-2006);
  3. Keaksaraan dan Kesehatan (2007-2008);
  4. Keaksaraan dan Pemberdayaan (2009-2010); dan
  5. Keaksaraan dan Perdamaian (2011-2012).

Sejak tahun 1948 Indonesia memulai gerakan pemberantasan buta aksara secara besar-besaran, dalam kepemimpinan Presiden Soekarno.

Program ini berlanjut dengan program kelompok belajar Paket A Terintegrasi Pendidikan Mata Pencaharian. Keberhasilan pendidikan dasar dan peningkatan keaksaraan penduduk ditandai dengan perolehan penghargaan “Avicenna Award” dari UNESCO yang diserahkan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1994. Tahun pertama Dekade Keaksaraan Bangsa-Bangsa di Indonesia ditandai dengan peringatan Hari Aksara Internasional ke-38, sekaligus pencanangan Gerakan Membaca Nasional oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada tanggal 12 November 2003.

Pada 2 Desember 2004, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara, yang kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009, sebagai salah satu prioritas program pembangunan di bidang pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada tahun 2006 telah dikeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.

Sejalan dengan keberhasilan penuntasan tuna aksara, Indonesia mendapat penghargaan dari Laura Bush, Duta Keaksaraan Internasional. Sehingga Ibu Negara Ani Yudhoyono berbicara Upaya Pemberantasan Buta Huruf se-Dunia (UNESCO Regional Conferences in Support of Global Literacy) pada Konferensi Regional UNESCO di Beijing, pada 31 Juli 2007. Peringatan Hari Aksara Internasional di Indonesia pun terus dilaksanakan dengan mengambil tema selaras tema UNLD.

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/636